Daanish ade satria (cara membagi waktu belajar dengan bermain game)
cara membagi waktu belajar dengan bermain game
https://rri.co.id/iptek/1772670/tips-mengatur-waktu-belajar-dan-main-game-anak
Tips Mengatur Waktu Belajar dan Main Game Anak
KBRN, Pekanbaru : Perkembangan teknologi membuat game menjadi hiburan populer di kalangan anak-anak. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024, sekitar 60% anak usia sekolah di Indonesia rutin bermain game online.
Tanpa pengaturan yang tepat, kebiasaan ini bisa mengganggu waktu belajar dan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah cara membatasi anak-anak bermain game online :
1. Terapkan Jadwal Harian yang Seimbang
Buat jadwal yang mengatur kapan anak belajar, bermain, dan beristirahat. American Academy of Pediatrics menyarankan aturan “belajar dulu, bermain kemudian” untuk memotivasi anak menyelesaikan kewajibannya.
2. Gunakan Timer atau Pengingat Digital
Fitur screen time di gawai dapat membantu mengontrol durasi bermain game. Kominfo RI merekomendasikan penggunaan fitur ini untuk memastikan waktu bermain tidak melebihi 1–2 jam per hari.
3.Libatkan Anak dalam Menentukan Batasan
Diskusikan bersama berapa lama waktu bermain yang wajar. Child Mind Institute di tahun 2023 dalam sebuah artikel terbitan mereka menilai keterlibatan anak dalam membuat aturan akan meningkatkan kepatuhan dan rasa tanggung jawab
4. Jadikan Game Sebagai Reward
Main game bisa menjadi hadiah setelah tugas sekolah selesai. National Institute of Child Health and Human Development menyebut metode ini efektif menjaga keseimbangan antara kewajiban dan hiburan.
5. Dampingi Anak Saat Bermain
Dengan ikut bermain, orang tua bisa memantau konten game dan mengubahnya menjadi kesempatan belajar. UNICEF menekankan pentingnya pendampingan orang tua untuk memastikan game yang dimainkan sesuai usia dan nilai keluarga.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, anak tetap bisa menikmati bermain game tanpa mengorbankan prestasi akademik dan kesehatan. Kuncinya ada pada keseimbangan dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
steven . tetap berusaha
ReplyDelete